KASTRAD SESSION
MyPertamina App, Solution or a New Problem

MyPertamina App, Solution or a New Problem

Oleh : Departemen Kajian Strategis dan Advokasi BEM FEB UNTAN 2021/2022 KASTRAD SESSION ON JULI

Kebijakan Penggunaan MyPertamina

Rencana Kebijakan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) mengenai penggunaan MyPertamina dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yakni solar dan pertalite menuai pro kontra di kalangan masyarakat.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan, penyaluran pertalite dan solar bersubsidi nantinya akan memanfaatkan aplikasi MyPertamina agar pembelian dapat terdata dan dibatasi. Konsumen akan mengisi data diri pada aplikasi MyPertamina, selanjutnya data yang sudah masuk akan diverifikasi BPH Migas untuk memastikan pembeli memang pelanggan yang berhak memperolehnya.

Mengenai hal tersebut Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi, menanggapi bahwa sejatinya kebijakan ini dinilai kurang tepat sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah dan Pertamina.

Menurut Fahmy, nantinya akan sulit merumuskan kriteria konsumen yang berhak membeli pertalite dan solar dengan harga subsidi. Kemudian lebih sulit lagi menerapkan kriteria tersebut di SPBU, sekalipun dengan menggunakan aplikasi MyPertamina.

“Berdasarkan alasan tersebut, sebaiknya rencana pembatasan melalui penetapan kriteria dengan MyPertamina harus dibatalkan,” tegasnya.

Jika nantinya pemerintah tetap akan menggunakan aplikasi ini, Fahmy menyarankan agar kriteria konsumen dibuat sederhana saja, misalnya pengguna BBM subsidi adalah sepeda motor dan kendaraan angkutan umum orang dan barang. Konsumen lainnya tidak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi dan harus migrasi ke pertamax dan bio solar.

Menurut Fahmy, keputusan dan mekanisme ini nantinya akan menimbulkan dua harga berbeda antara harga subsidi dan non subsidi. Adanya dua harga berbeda ini bisa mendorong moral hazard atau ketidakjujuran pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun konsumen yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian.

Terkait hal tersebut, BPH Migas mengatakan sebelum kebijakan ini diberlakukan, pihaknya akan terus mengkaji aturan teknis di lapangan. nantinya juga lebih dahulu dilakukan sosialisasi. Saat ini pemerintah dan Pertamina pun sedang fokus pada penentuan kriteria penerima BBM bersubsidi.

Areal SPBU dilarang Pakai Gawai, Bagaimana Penggunaan Aplikasi MyPertamina?

Wacana penggunaan aplikasi MyPertamina yang mulai mencuat ke publik, masyarakat kemudian mempertanyakan aturan ini. Selama ini kita mengetahui adanya larangan penggunaan gawai saat berada di area SPBU karena dapat menimbulkan percikan api dan menyebabkan ledakan hingga kebakaran, sedangkan aplikasi tersebut hanya dapat diakses melalui perangkat gawai.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Sub Holding Commercial & Trading Pertamina) Putut Andriatno menjelaskan, larangan penggunaan gawai di SPBU ini dimaksudkan hanya pada aktivitas melakukan panggilan telepon saja.

Pertamina menyampaikan bahwa pelarangan penggunaan HP di area SPBU sifatnya untuk mencegah pemakaian HP yang tidak bertanggungjawab yang dapat menimbulkan keadaan darurat seperti percikan api. Sehingga, masih dirasa aman jika pengendara hanya menggunakannya untuk membuka aplikasi saja.

Pembayaran melalui aplikasi digital menggunakan gawai nantinya akan dirancang secara teknis agar tidak dilakukan di dekat nozzle atau selang pengisian BBM.

Dampak yang dirasakan masyarakat dari adanya pemberlakuan aplikasi MyPertamina

Langkah dari pemberlakuan MyPertamina untuk pembelian pertalite dan solar ditempuh untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Solar tepat sasaran dan kuota yang sudah ditetapkan pemerintah tiap tahun tidak jebol.

Namun dibalik Kebijakan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan menggunakan aplikasi digital MyPertamina ini banyak mengalami pro kontra di dalamnya. Salah satunya dari pihak pengamat energi dan lembaga konsumen yang dimana pemberlakuan MyPertamina ini dinilai merugikan kelompok masyarakat menengah ke bawah sebagai pihak yang berhak menerima subsidi. Kritik ini dikarenakan mayoritas masyarakat menengah kebawah masih banyak yang tidak memiliki ponsel pintar alias ‘smartphone’.

Berdasarkan hal tersebut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyarankan kalau memang tujuan Pertamina adalah agar BBM subsidi tersalurkan secara tepat sasaran dan kuota BBM subsidi tidak jebol, maka YLKI mengusulkan agar aplikasi MyPertamina cukup dijadikan alat pendataan, bukan pembelian.

Sebab yang menjadi akar masalah selama bertahun-tahun adalah penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

“YLKI mengusulkan aplikasi ini sebagai akses untuk mendaftar saja. Jadi yang penting orang dapat BBM subsidi punya barcode dan ditunjukkan ke petugas SPBU.”

“Dengan barcode nanti petugas cek data pemilik kendaraan di komputernya dengan fisik kendaraan apakah cocok atau tidak. Kalau tidak, ditolak.”

“Bayarnya nggak perlu pakai uang elektronik. Bisa tunai.”

Adapun bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone, SPBU bisa memfasilitasi proses pendaftaran.

Adanya berbagai pro kontra yang hadir dalam masyarakat mengenai aplikasi digital MyPertamina ini, Departemen Kajian Strategis dan Advokasi (KASTRAD) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura menganggap bahwa pemerintah dan PT. Pertamina masih harus mengkaji secara mendalam sebelum meresmikan penggunaan MyPertamina ini. Pemerintah dan PT. Pertamina juga harus memikirkan dampak-dampak negative yang bahkan akan menyulitkan masyarakat.  Pemberlakuan kebijakan ini setidaknya juga akan menyulitkan pelanggan terutama mereka yang masih gagap teknologi atau bahkan belum memiliki smartphone dikarenakan keaadan ekonomi, padahal kita tahu bahwasanya pengadaan MyPertamina ini adalah untuk mempermudah pendistribusian pada yang berhak menerima, dalam hal ini masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

Referensi:

 

Putra, D. A. (2022). Ekonom: Beli BBM Pakai MyPertamina Timbulkan Kesulitan di Lapangan. Retrieved from tirto.id: https://tirto.id/ekonom-beli-bbm-pakai-mypertamina-timbulkan-kesulitan-di-lapangan-gtud

Idris, M. (2022). Era Jokowi: Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Beli BBM Pakai MyPertamina. Retrieved from Kompas.com: https://money.kompas.com/read/2022/06/28/115011926/era-jokowi-beli-migor-pakai-pedulilindungi-beli-bbm-pakai-mypertamina?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Karunia, A. M. (2022). Ada Larangan Penggunaan HP di SPBU, Beli BBM Pakai Aplikasi MyPertamina Aman? Retrieved from Kompas.com: https://money.kompas.com/read/2022/06/28/171259626/ada-larangan-penggunaan-hp-di-spbu-beli-bbm-pakai-aplikasi-mypertamina-aman?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

MyPertamina untuk beli Pertalite, bagaimana kalau tidak punya smartphone? (2022). Retrieved from BBC News: https://www-bbc-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.bbc.com/indonesia/indonesia-61980519.amp?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16565689626821&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.bbc.

Novelino, A. (2022). Beli Pertalite Wajib Daftar Mulai 1 Juli 2022. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220628065406-85-814267/beli-pertalite-wajib-daftar-mulai-1-juli-2022

Rachman, F. F. (2022). Waduh! Ini Bahayanya kalau Beli Pertalite dan Solar Tak Pakai MyPertamina. Retrieved from detikFinance: https://finance.detik.com/energi/d-6151373/waduh-ini-bahayanya-kalau-beli-pertalite-dan-solar-tak-pakai-mypertamina?utm_content=detikfinance&utm_term=echobox&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=oa&utm_source=Twitter#Echobox=1656408234-2

Sania, I. D. (2022). Pro Kontra Penggunaan MyPertamina untuk BBM Subsidi Tepat Sasaran. Retrieved from readtimes.id: https://readtimes.id/pro-kontra-penggunaan-mypertamina-untuk-bbm-subsidi-tepat-sasaran/

Suryo, A. (2022). Selain untuk Beli Solar dan Pertalite, Ini 8 Fitur di MyPertamina. Retrieved from detiknet: https://inet.detik.com/mobile-apps/d-6151604/selain-untuk-beli-solar-dan-pertalite-ini-8-fitur-di-mypertamina?utm_content=detikinet&utm_term=echobox&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=oa&utm_source=Twitter#Echobox=1656410338-1

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, meminta Pertamina melakukan sosialisasi lebih luas mengenai beli Pertalite wajib pakai aplikasi MyPertamina. Pihak terkait harus memikirkan masyarakat yang belum memiliki HP memadai untuk mengunduh aplikasi tersebut. (2022). Retrieved from @detikcom (Twitter): https://twitter.com/detikcom/status/1541758671251804160?t=b525-KN4GYeZhZjPtZx22g&s=19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *